Welcome to My Website Ecommerce

Digital Signature

June 15, 2009 ·

Digital Signature Tanda tangan dijital adalah bentuk tiruan tanda tangan
konvensional ke dalam bentuk dijital. Tetapi bukan file scan tanda tangan di
kertas. Sebutan digital signature ini sebenarnya konsep. Dalam dunia nyata,
tanda tangan dijital itu bentuknya adalah rangkaian byte-byte yang jika
diperiksa bisa digunakan untuk memeriksa apakah suatu dokumen dijital, juga
termasuk email, benar berasal dari orang tertentu atau tidak.

Misalnya, Alice mengirimkan dokumen penting kepada Bob melalui email. Ternyata,
Trent yang tahu kabar ini kemudian mencoba memalsukan email Alice. Dokumen
attachment Alice diganti. Ketika Bob terima email Alice (yang attachmentnya
sudah diganti oleh Trent), dia merasa aneh, karena isinya tidak sesuai dengan
pembicaraan sebelumnya. Bob curiga. Bob memeriksa (mem-verifikasi) digital
signature pada email tersebut. Bob tahu, ternyata surat itu tanda tangannya
tidak cocok.Konsep ini sekarang telah diimplementasikan dalam bentuk S/MIME dan PGP. Saya
tidak akan bahas S/MIME dan PGP, tapi saya akan bahas bagaimana membuat dan
memeriksa keaslian tanda tangan dijital.

======= Implementasi ---|

Pre-requisit sebelum konsep ini bisa diimplementasikan
1. Alice harus punya pasangan public key dan private key. Caranya?
Di-generate (dibangkitkan) dong!

Bagaimana membuat tanda tangan dijital?
1. Alice mengambil nilai hash dari pesan/data. Fungsi hash yang bisa pakai
misalnya MD5 atau SHA1
2. Alice mengenkrip nilai hash tersebut dengan algoritma enkripsi public
key, contohnya RSA (dipakai di S/MIME; sedangkan PGP pakai algoritma El Gamal).
Hasil enkripsi hash dengan private key pengirim inilah yang disebut digital
signature.
3. Alice menempelkan (concat) digital signature ke pesan/data.
4. Alice mengirim pesan/data yang sudah ditempeli digital signature tersebut
kepada Bob

Bagaimana mem-verifikasi tanda tangan dijital?
1. Bob mengambil emailnya, kemudian memisahkan bagian tanda tangan dijital
dengan bagian pesan/datanya
2. Bob mendekrip digital signature pesan tersebut dengan public key Alice.
Public key Alice sudah pernah diberikan oleh Alice sebelumnya, atau bisa
diambil dari website Alice
3. Hasil dekripsi digital signature kemudian dicocokkan dengan nilai hash
bagian pesan/data email tersebut
4. Jika hasilnya sama, berarti tanda tangan dijital dinilai valid sedangkan
bila beda, berarti digital signature tidak valid (dokumen telah dipalsukan atau
pengirimnya pasti bukan Alice)

Berikutnya, untuk memperjelas konsep ini saya berikan contoh program dalam
bahasa Java.

Spesifikasi kebutuhan
- fungsi untuk menghasilkan digital signature
- fungsi untuk mem-verifikasi apakah digital signature valid atau tidak
- algoritma yang digunakan adalah RSA dengan fungsi hash MD5
- digital signature yang dihasilkan berupa byte array

Hasil
- Sebuah class Java bernama DigitalSignatureVerifier

Kebutuhan
JCA (Java Cryptography Architecture) yang ada secara default pada JRE & JDK
sejak Java 1.5.


Menghasilkan digital signature byte[] getDigitalSignature(String message,
PrivateKey pk) Input:
- Message/data yang akan diambil digital signature nya. Data bertipe String.
- Private key pemberi tanda tangan. Private key adalah objek dari class PrivateKey

Hasil: Array byte digital signature menggunakan algoritma RSA dan fungsi hash
MD5.

Memverifikasi validitas digital signature boolean verifySignature(String
message, PublicKey pb, byte[] signature) Input:
- Message/data yang diperiksa. Data bertipe String.
- Public key pembuat digital signature. Public key adalah objek dari class PublicKey
- Signature adalah array byte digital signature yang diperiksa validitasnya

Hasil: Jika digital signature valid, method akan menghasilkan nilai true. Jika
tidak, maka nilai yang dikembalikan adalah false.


Petunjuk penggunaan Detil petunjuk penggunaan ada di file Main.java

1. Sebelum menggunakan DigitalSignatureVerifier, sebuah objek
DigitalSignatureVerifier perlu dibuat terlebih dahulu. Perintahnya adalah
sebagai berikut:

DigitalSignatureVerifier dsv = new DigitalSignatureVerifier();

2. Membangkitkan pasangan kunci private key dan public key RSA, dapat
dipermudah dengan memanggil method generateRSAKeyPair().

KeyPair kp = dsv.generateRSAKeyPair();

3. Private key dan public key dari pasangan kunci dapat diambil dengan
method getPrivate() dan getPublic() dari class KeyPair.

PrivateKey pk = kp.getPrivate();
PublicKey pb = kp.getPublic();

4. Contoh perintah untuk mengambil digital signature pada suatu message (data)

String message = "A DIGITALLY SIGNED MESSAGE.";
byte[] signature = dsv.getDigitalSignature(message, pk);

5. Contoh perintah untuk memverifikasi apakah digital signature yang
diberikan valid atau tidak

boolean verified = dsv.verifySignature(message, pb, signature);

6. Public key dan private key dapat juga direpresentasikan dalam bentuk array byte

byte[] priv = dsv.getPrivateKeyAsBytes(pk);
byte[] pub = dsv.getPublicKeyAsBytes(pb);

7. Private key dan public key yang ada dalam bentuk array byte dapat di-load
kembali ke dalam class PrivateKey dan class PublicKey

PrivateKey pk2 = dsv.loadPrivateKeyFromBytes(priv);
PublicKey pb2 = dsv.loadPublicKeyFromBytes(pub);


======= Catatan --- |

Algoritma-algoritma pembentuk digital signature dan algoritma enkripsi public
key yang digunakan ditulis hard-coded di dalam program karena algoritma
enkripsi yang diminta hanya satu, yaitu RSA.

---------------- kode sumber program -----------------------

DigitalSignatureVerifier.java
import java.math.BigInteger;
import java.security.InvalidKeyException;
import java.security.KeyFactory;
import java.security.KeyPair;
import java.security.KeyPairGenerator;
import java.security.NoSuchAlgorithmException;
import java.security.PrivateKey;
import java.security.Provider;
import java.security.PublicKey;
import java.security.Security;
import java.security.Signature;
import java.security.SignatureException;
import java.security.spec.EncodedKeySpec;
import java.security.spec.InvalidKeySpecException;
import java.security.spec.PKCS8EncodedKeySpec;
import java.security.spec.X509EncodedKeySpec;
import java.util.HashSet;
import java.util.Iterator;
import java.util.Set;
import sun.misc.BASE64Encoder;

/**
* Class ini ditulis menggunakan Java Cryptography Architecture yang telah menjadi
* paket standar dalam JRE & JDK sejak versi 1.5. Fungsi utama class ini adalah
* untuk menghasilkan digital signature dan memverifikasi digital signature. Juga
* ditambahkan beberapa fungsi lain pendukungnya. Algoritma yang digunakan untuk
* digital signature adalah RSA dengan fungsi hash MD5.
* @author amri shodiq
*/
public class DigitalSignatureVerifier {

/**
* Method ini digunakan untuk mengambil private key dalam bentuk array byte.
* Bisa jadi untuk kebutuhan penyimpanan dibutuhkan.
* @param pk
* @return
*/
public byte[] getPrivateKeyAsBytes(PrivateKey pk) {
return pk.getEncoded();
}

/**
* Method ini digunakan untuk me-load kembali private key yang mungkin telah
* disimpan dalam bentuk array byte yang tersimpan dalam file. Private key
* yang dihasilkan berformat #PKCS-8.
* @param privateKeyBytes
* @return
* @throws java.security.NoSuchAlgorithmException
* @throws java.security.spec.InvalidKeySpecException
*/
public PrivateKey loadPrivateKeyFromBytes(byte[] privateKeyBytes) \
throws NoSuchAlgorithmException, InvalidKeySpecException {
KeyFactory kf = KeyFactory.getInstance("RSA");
EncodedKeySpec pkSpec = new PKCS8EncodedKeySpec(privateKeyBytes);
return kf.generatePrivate(pkSpec);
}

/**
* Method ini digunakan untuk mengambil private key dalam bentuk BASE 64.
* Bisa jadi untuk kebutuhan penyimpanan dibutuhkan. Umumnya, private key
* disimpan dalam bentuk ini.
* @param pk
* @return
*/
public String getPrivateKeyAsBase64(PrivateKey pk) {
byte[] privateKey = pk.getEncoded();
BigInteger bi = new BigInteger(privateKey);

BASE64Encoder base64 = new BASE64Encoder();
return base64.encode(pk.getEncoded());
}

/**
* Method ini digunakan untuk mengambil public key dalam bentuk array byte.
* Bisa jadi untuk kebutuhan penyimpanan dibutuhkan.
* @param pb
* @return
*/
public byte[] getPublicKeyAsBytes(PublicKey pb) {
return pb.getEncoded();
}

/**
* Method ini mungkin dibutuhkan ketika ingin me-load kunci yang diambil dari
* file. Public key ini kemudian akan di-encode dalam format X509.
* @param publicKeyBytes
* @return
* @throws java.security.NoSuchAlgorithmException
* @throws java.security.spec.InvalidKeySpecException
*/
public PublicKey loadPublicKeyFromBytes(byte[] publicKeyBytes) \
throws NoSuchAlgorithmException, InvalidKeySpecException {
KeyFactory kf = KeyFactory.getInstance("RSA");
EncodedKeySpec pbSpec = new X509EncodedKeySpec(publicKeyBytes);
return kf.generatePublic(pbSpec);
}

/**
* Method ini digunakan untuk mengambil public key dalam bentuk BASE 64.
* Bisa jadi untuk kebutuhan penyimpanan dibutuhkan. Umumnya, public key
* disimpan dalam bentuk ini.
* @param pb
* @return
*/
public String getPublicKeyAsBase64(PublicKey pb) {
byte[] publicKey = pb.getEncoded();

BASE64Encoder base64 = new BASE64Encoder();
return base64.encode(pb.getEncoded());
}

/**
* Method untuk membangkitkan pasangan key RSA. Hasil fungsi berupa objek
* class KeyPair; sepasang private key dan public key. Untuk mengambil
* private key dan public key-nya bisa menggunakan method getPrivate dan
* method getPublic milik class KeyPair.
* @return
* @throws java.security.NoSuchAlgorithmException
*/
public KeyPair generateRSAKeyPair() throws NoSuchAlgorithmException {
KeyPairGenerator kg = KeyPairGenerator.getInstance("RSA");
kg.initialize(1024);
KeyPair result = kg.genKeyPair();

return result;
}

/**
* Method untuk mendapatkan digital signature dengan tipe array byte. Input
* message adalah data yang akan diambil digital signature-nya. Method ini
* menggunakan fungsi hash MD5 dan algoritma enkripsi RSA.
* @param message
* @param pk
* @return
* @throws java.security.NoSuchAlgorithmException
* @throws java.security.InvalidKeyException
* @throws java.security.SignatureException
*/
public byte[] getDigitalSignature(String message, PrivateKey pk) throws \
NoSuchAlgorithmException, InvalidKeyException, SignatureException {
Signature sign = Signature.getInstance("MD5withRSA");
sign.initSign(pk);

byte[] byteMessage = message.getBytes();

sign.update(byteMessage, 0, byteMessage.length);
return sign.sign();
}

/**
* Method untuk mem-verifikasi atau memeriksa keabasahan digital signature
* dari suatu string. Algoritma yang digunakan: hash menggunakan MD5 dan
* enkripsi menggunakan RSA. Hasil kembalian dari method ini berupa nilai
* boolean. Jika digital signature valid maka hasilnya true.
* @param message
* @param pb
* @param signature
* @return
* @throws java.security.NoSuchAlgorithmException
* @throws java.security.InvalidKeyException
* @throws java.security.SignatureException
*/
public boolean verifySignature(String message, PublicKey pb, byte[]signature) \
throws NoSuchAlgorithmException, InvalidKeyException, SignatureException {
Signature sign = Signature.getInstance("MD5withRSA");
sign.initVerify(pb);

byte[] byteMessage = message.getBytes();

sign.update(byteMessage, 0, byteMessage.length);
return sign.verify(signature);
}

/**
* Method ini digunakan untuk mendapatkan daftar service kriptografi yang
* disediakan oleh Java.
* @return
*/
public String[] getServiceTypes() {
Set result = new HashSet();

// All all providers
Provider[] providers = Security.getProviders();
for (int i=0; i // Get services provided by each provider
Set keys = providers[i].keySet();
for (Iterator it=keys.iterator(); it.hasNext(); ) {
String key = (String)it.next();
key = key.split(" ")[0];

if (key.startsWith("Alg.Alias.")) {
// Strip the alias
key = key.substring(10);
}
int ix = key.indexOf('.');
result.add(key.substring(0, ix));
}
}
return (String[])result.toArray(new String[result.size()]);
}

/**
* Method ini digunakan untuk mendapatkan implementasi kriptografi di Java.
* Inputnya bisa berupa KeyPairGenerator, Signature, MessageDigest, dll.
* @param serviceType
* @return
*/
public String[] getCryptoImpls(String serviceType) {
Set result = new HashSet();

// All all providers
Provider[] providers = Security.getProviders();
for (int i=0; i // Get services provided by each provider
Set keys = providers[i].keySet();
for (Iterator it=keys.iterator(); it.hasNext(); ) {
String key = (String)it.next();
key = key.split(" ")[0];

if (key.startsWith(serviceType+".")) {
result.add(key.substring(serviceType.length()+1));
} else if (key.startsWith("Alg.Alias."+serviceType+".")) {
// This is an alias
result.add(key.substring(serviceType.length()+11));
}
}
}
return (String[])result.toArray(new String[result.size()]);
}

}

Main.java
import java.security.KeyPair;
import java.security.PrivateKey;
import java.security.PublicKey;
import java.util.logging.Level;
import java.util.logging.Logger;

/**
*
* @author admin
*/
public class Main {

/**
* @param args the command line arguments
*/
public static void main(String[] args) {
try {
// Contoh penggunaan class DigitalSignatureVerifier
DigitalSignatureVerifier dsv = new DigitalSignatureVerifier();

// Perintah ini digunakan jika Anda perlu meng-generate pasangan
// kunci baru.
KeyPair kp = dsv.generateRSAKeyPair();

// Dua perintah ini digunakan untuk mengambil private key dan
// public key dari KeyPair
PrivateKey pk = kp.getPrivate();
PublicKey pb = kp.getPublic();

// Contoh kasus, kita ingin mengambil digital signature pesan berikut:
String message = "A DIGITALLY SIGNED MESSAGE.";

// Digital signature yang dihasilkan dalam bentuk array byte
byte[] signature = dsv.getDigitalSignature(message, pk);

// Perintah berikut digunakan untuk memeriksa keabsahan digital
// signature
boolean verified = dsv.verifySignature(message, pb, signature);

// Jika kita ingin mengirim atau menyimpan public key atau private key
// dalam bentuk array byte, gunakan perintah berikut:
byte[] priv = dsv.getPrivateKeyAsBytes(pk);
byte[] pub = dsv.getPublicKeyAsBytes(pb);

// Jika ingin me-load kembali array byte ke dalam class PrivateKey
// atau PublicKey kemudian menggunakannya kembali untuk verifikasi.
PrivateKey pk2 = dsv.loadPrivateKeyFromBytes(priv);
PublicKey pb2 = dsv.loadPublicKeyFromBytes(pub);

// Objek PublicKey yang digunakan adalah yang di-load dari array byte
boolean verified2 = dsv.verifySignature(message, pb2, signature);

System.out.println("Hasil: "+verified);
System.out.println("Hasil2: "+verified2);

} catch (Exception ex) {
ex.printStackTrace();
}

}

--------------------- kode sumber program ----------------------------

*- $e19dot003dottxt - echo|zine - issue#19 - 080808 -*
READ MORE - Digital Signature

e-Wallet/Dompet Ponsel

·

Istilah dari e-wallet, dompet ponsel, dompet elektronik. Kelak e-wallet/dompet pulsa/dompet elektronik diprediksi bakal menjadi salah satu alat pembayaran yang sah dalam bertransaksi secara offline maupun online.

e-wallet memiliki dua bentuk, pertama adalah kartu khusus dengan chip RFID (Radio Frequency Indentification Device) yang nantinya bisa dipindai/discan di merchant untuk melakukan transaksi secara offline. Sedangkan bentuk keduanya adalah memanfaatkan transaksi online melalui pesan singkat (SMS) dengan dukungan teknologi USSD (Unstructured Suplementary Service Data).istilah dari e-wallet, dompet ponsel, dompet elektronik. Kelak e-wallet/dompet pulsa/dompet elektronik diprediksi bakal menjadi salah satu alat pembayaran yang sah dalam bertransaksi secara offline maupun online.

e-wallet memiliki dua bentuk, pertama adalah kartu khusus dengan chip RFID (Radio Frequency Indentification Device) yang nantinya bisa dipindai/discan di merchant untuk melakukan transaksi secara offline. Sedangkan bentuk keduanya adalah memanfaatkan transaksi online melalui pesan singkat (SMS) dengan dukungan teknologi USSD (Unstructured Suplementary Service Data).
READ MORE - e-Wallet/Dompet Ponsel

Payment Methodology & Services

·

Tcash adalah Telkomsel Cash, merupakan suatu layanan yang memungkinkan pelanggan untuk menggunakan mobile phone-nya (MSISDN) melakukan transaksi seperti pembelian, pembayaran, dan lain sebagainya. Layanan baru ini dapat dinikmati melalui dua cara, yaitu secara offline atau secara online. Secara offline, pelanggan dapat menggunakan kartu yang berisi sejumlah nilai uang, yang bisa digunakan untuk melakukan transaksi pada merchant-merchant yang telah bekerja sama dengan Telkomsel. Secara online, layanan ini dapat dinikmati melalui USSD, SMS.
Salah satu keuntungan praktis lain dari layanan ini adalah, bahwa pelanggan tidak perlu membawa uang tunai untuk melakukan pembelian.Dengan kata lain, Tcash itu adalah deposit user di Telkomsel yang kemudian dapat digunakan untuk melakukan pembayaran. Peran Tcash sendiri di sana adalah seperti Bank yang mengeluarkan ATM. Bedanya, uang tidak bisa diambil dalam format cash. Uang hanya bisa dilakukan untuk pembayaran transaksi yang telah dilakukan oleh user kepada merchant yang bekerja sama dengan Telkomsel.

Masih mengambil dari situsnya Telkomsel, daftar merchant yang sudah bekerja sama dengan Telkomsel bisa dilihat disitusnya : http://www.telkomsel.com/web/daftar_merchant_tcash
Yang masih menjadi pertanyaanku adalah, seberapa diuntungkannya user dengan menggunakan layanan tersebut. User ini sendiri bisa dikategorisasi menjadi user merchant dan user pelanggan merchant tersebut. Kalau dari sisi telkomselnya sendiri, keuntungan yang diperoleh adalah dari layanan sms-nya dan juga uang yang dideposit oleh pengguna yang secara virtual dikelola oleh Telkomsel. Yang pasti, marketing Telkomsel harus berjuang untuk mendapatkan banyak merchant yang bisa diajak kerjasama untuk menjalankan transaksi via T-Cash. Selain tentu saja, harus juga mengedukasi user untuk mengalihkan sebagian uangnya untuk didepositkan di T-Cash.

Seperti menjamurnya sms service yang ada, sepertinya layanan ini juga patut dicoba. Mudah-mudahan saja bisa bermanfaat. Hanya saja, kalau ajakan ke Bank adalah “Ayoo ke Bank..” untuk nabung dan investasi, kalau T-Cash bakalan mirip kartu kredit, …”Ayoo belanja.. “.

Untuk penggunaan T-cash sendiri, bisa dilihat di link berikut : http://www.telkomsel.com/web/cara_penggunaan_tcash
READ MORE - Payment Methodology & Services

T-Cash, Cara Baru Bayar Belanja dari Telkomsel dwinita BeritaNET.com

·

Cara pembayaran non-fisik mungkin memang telah banyak dipandang orang
sebagai cara pembayaran yang paling aman dan praktis, sehingga tidaklah
mengherankan jika jenis cara pembayaran ini semakin marak berkembang.
Dimulai dari pembayaran melalui Credit Card, Giro, Cheque, kemudian Kartu
Debit, dan terus berkembang, sehingga kini melalui ponsel pun pembayaran
dapat dilakukan.Sebenarnya ide pembayaran dengan memakai sarana *mobile phone* atau ponsel
bukanlah hal yang baru di dunia, kita masih ingat salah satu inovasi yang
dilakukan supermarket di Belanda yang menerapkan sistem pembayaran online
berbasis ponsel pada awal Oktober tahun
lalu,
dengan mempergunakan teknologi NFC *(Near Field
Communications)* yang mendukung layanan pertukaran data, termasuk dalam
jarak dekat, seperti pada pembayaran belanja di supermarket tersebut.

Namun bagi Indonesia, walaupun teknologi yang
dipergunakan sedikit berbeda, pembayaran non-fisik dengan memakai mobile
phone tetaplah merupakan hal yang baru, bahkan bisa dibilang yang pertama
kali di Indonesia. Layanan pembayaran dari Telkomsel tersebut disebut
T-Cash, yang merupakan kependekan dari Telkomsel Cash. Telkomsel Cash
memungkinkan pelanggan untuk mempergunakan *mobile phone*-nya (MSISDN)
melakukan transaksi seperti pembelian, pembayaran, dan lain sebagainya.

Layanan baru ini dapat dinikmati melalui dua cara, yaitu secara
*offline*atau secara
*online*. Secara *offline*, pelanggan dapat mempergunakan kartu yang berisi
sejumlah nilai uang, yang bisa digunakan untuk melakukan transaksi pada
merchant-merchant yang telah bekerja sama dengan Telkomsel.

Sedangkan secara online, layanan ini dapat dinikmati melalui USSD, SMS.
Salah satu keuntungan praktis lain dari layanan ini adalah, bahwa pelanggan
tidak perlu membawa uang tunai untuk melakukan pembelian.

Untuk bisa memanfaatkan fasilitas ini, calon pelanggan hanya perlu melakukan
registrasi via SMS, dengan cara mengetikkan SMS berisi : RegTCash#, kemudian
mengirimkannya ke 2828.

Sistem kemudian akan membuat sebuah account Telkomsel Cash untuk pelanggan,
berdasarkan atas data valid pelanggan yang sudah tercatat di Telkomsel.
Apabila data pelanggan telah tercatat sebagai pelanggan Telkomsel, baik di
kartuHALO, simPATI (simPATI Zone) dan As (GenASik), maka pelanggan akan
memiliki akun FULL SERVICE, dimana pelanggan dapat menikmati seluruh layanan
TCash. Namun bagi pelanggan yang datanya tidak sesuai dengan data di
Telkomsel, maka pelanggan akan memiliki account Basic Service.

Fasilitas yang bisa dinikmati pelanggan dengan menjadi pengguna Telkomsel
Cash antara lain :

1. Cash-in (penukaran uang tunai menjadi uang elektronik)
Apabila pelanggan ingin memasukkan sejumlah uang ke akun Telkomsel
Cash (Cash-In)-nya, pelanggan bisa melakukannya di merchant-merchant yang
telah ditunjuk oleh Telkomsel.
2. Check Balance (cek status sisa saldo)
Pelanggan bisa melihat berapa saldo terakhir yang tersisa dalam akun
Telkomsel Cash pelanggan dengan cara sebagai berikut :
3. Purchasing (pembelian)
Pelanggan bisa melakukan pembelian pada merchant-merchant yang telah
menjalin kerjasama dengan Telkomsel. Pelanggan cukup memberitahukan
MSISDN-nya kepada penjual(kasir) untuk memulai proses pembelian.
4. Recharge (isi ulang pulsa kartu prepaid)
Pelanggan dapat melakukan isi ulang pulsa kartu prabayar Telkomsel
dengan cara sbb:

Untuk pengisian saldo, nilai denominasi isi ulang pulsa yang tersedia untuk
simPATI adalah 20.000 dan 50.000, sedangkan untuk isi ulang pulsa kartuAS,
pilihan yang tersedia adalah 25.000 dan 50.000.
Untuk sementara sistem pembayaran ini baru dapat dinikmati masyarakat di
wilayah Jakarta saja, terutama pada jaringan merchant Fuji Image Plaza dan
jaringan supermarket Indomaret.(dna)
READ MORE - T-Cash, Cara Baru Bayar Belanja dari Telkomsel dwinita BeritaNET.com

Kartu Flazz BCA vs T-Cash

·

Kartu Flazz BCA dan T-Cash (Telkomsel Cash) merupakan sebuah alat pembayaran baru. Bentuk alat pembayaran ini bukan berupa kertas ataupun logam, tapi berupa kartu yang didalamnya terdapat chip yang dapat menyimpan data-data tertentu. Kartu ini juga berbeda dengan kartu kredit ataupun debit, jika kartu kredit atau debit kita masih perlu “menggesek” pada mesin tertentu, tetapi dengan kartu ini kita hanya perlu menempelkan saja chip yang ada pada kartu tersebut dengan mesin tertentu.Sepengamatan T-Cash belum berjalan seberhasil Kartu Flazz BCA, hal ini disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya:

Jumlah merchant dari Kartu Flazz BCA lebih banyak dari pada T-Cash. Saat ini T-Cash hanya memiliki 7 merchant dan Kartu Flazz BCA memiliki 36 merchant. Jumlah merchant erat kaitannya dengan transaksi dan users, semakin banyak merchant semakin banyak transaksi, semakin banyak transaksi berati semakin banyak juga user yang menggunakannya. Tapi jika kita lihat historynya, BCA memang dengan mudah menemukan merchant, karena mereka memang sudah ada merchant dari produk yang lain seperti debit ataupun credit card, dan mereka tinggal mempengaruhi saja untuk menambah fitur pada merchant yang sudah ada.
Pembangunan Brand Awareness T-Cash sepertinya tidak segencar dari Kartu Flazz BCA, hal ini terlihat dengan tidak banyaknya iklan-iklan T-Cash di media manapun dibanding dengan Flazz, Kartu Flazz BCA saja sudah ada TVC-nya, yang menurut research company, recall dari TV itu sangatlah baik dibanding lainnya.
T-Cash memiliki barier dalam recarghe, Kartu Flazz BCA memang dibuat oleh bank dimana transaksi keuangan seorang nasabah mereka bisa langsung dimutasi kedalam Kartu Flazz BCA melalui ATM tanpa harus datang ke banknya, sedangkan bagi T-Cash yang diusung oleh operator telekomunikasi, untuk me-recharge kartu tersebut para pelanggan harus datang ke graPARI terdekat, dan tidak ada jalan lain.
Tapi dari ke kurang berhasilan ini sebenernya T-Cash memiliki satu value added dibandingkan dengan Kartu Flazz BCA. T-Cash bisa mereka kembangkan agar dapat bertransaksi dengan menggunakan SMS atau GPRS atau bar code yang ditanam di telepon genggam pelanggan mereka, hal ini akan lebih memudahkan pelanggan dalam bertransaksi, karena hanya cukup membawa handphone untuk bertransaksi.
READ MORE - Kartu Flazz BCA vs T-Cash

TUGAS MANDIRI

May 22, 2009 ·

Menulis makalah dan diserahkan pada dosen satu hari sebelum ujian akhir semester. Makalah tersebut harus diketik komputer dengan spasi 2, jumlah halaman bebas boleh sebanyak-banyaknya. Setiap kelompok memilih topik yang relevan dengan mata kuliah ini yang sudah kita pelajari. Di jilid dan bukan foto copy. Sistematika makalah:

1. HALAMAN JUDUL
2. KATA PENGATAR
3. ABSTRAK
4. DAFTAR ISI
5. BAB I PENDAHULUAN
a. Latar belakang
b. Tujuan
6. BAB II RUMUSAN MASALAH
7. BAB III PEMBAHASAN
8. BAB IV PENUTUP
a. Kesimpulan
b. Saran
9. REFERENSI

READ MORE - TUGAS MANDIRI

Daftar Pustaka

May 07, 2009 ·

Bajaj, Kamlesh, and Debjani Nag. E-Commerce – The Cutting Edge of Business. Singapore: McGraw-Hill, 1999.
Cunningham, Michael J. B-2-B: How to Build a Profitable E-Commerce Strategy. Cambridge, Massachusetts: Perseus Publishing, 2000. Downing, Robbie. EC Information Technology Law. Chichester, United Kingdom: Chancery Law Publishing Ltd., 1995.
Evans, Philip B. and Thomas S. Wurster. Getting Real about Virtual Commerce. Massachusetts: Harvard Business Review, 1999.
Evans, Philip B. and Thomas S. Wurster. Strategy and the New Economics of Information. Massachusetts: Harvard Business Review, 1997.
Fingar, Peter, Harsha Kumar, and Tarun Sharma. Enterprise E-Commerce. Tampa, Florida: Meghan-Kiffer Press, 2000.
Ford, Warwick, and Michael S. Baum. Secure Electronic Commerce – Building the Infrastructure for Digital Signatures and Encryption. Upper Saddle River, New Jersey: Prentice-Hall Inc., 1997.
Ghosh, Shikhar. Making Business Sense of the Internet. Massachusetts: Harvard Business Review, 1998.
Hartman, Amir, and John Sifonis. Net Ready – Strategies for Success in the E-Conomy. United States: McGraw-Hill, 2000.
Ho, James K. Cyber Tigers – How Companies in Asia can Prosper from E-Commerce. Singapore: Prentice Hall, 2000.
Indrajit, Richardus E. Kumpulan Artikel Bisnis di Internet. Jakarta, Indonesia: Renaissance Center, 2000.
Indrajit, Sinha. Cost Transperency: The Net’s Real Threat to Prices and Brands. Massachusetts: Harvard Business Review, 2000.
Kalakota, Ravi, and Andrew B. Whinston. Frontiers Electronic Commerce. Massachusetts, United States: Addison-Wesley Pulication Company, Inc., 1996.
Kosiur, David. Understanding Electronic Commerce – How Online Transactions can Grow Your Business. Redmond, Washington: Microsoft Press, 1997.
Leer, Anne. Masters of the Wired World. Alexandria, Virginia: Financial Times Management, 1999.
Malone, Thomas W., and Robert J. Laubacher. The Dawn of the E-Lance Economy. Massachusetts: Harvard Business Review, 1998.
Marshak, David, and Anne Thomas. Alta E-Commerce Framework: Getting a Jump Start on Strategic Electronic Commerce Solutions, Boston, Massachusetts: Alta Software, Inc., 1998.
Martin, Chuck. Net Future. New York, United States: McGraw-Hill, 1999.
Martin, James. Cybercorp – The New Business Revolution. Broadway, New York: American Management Association, 1996.
Overly, Michael R. E-Policy – How to Develop Computer, E-Mail, and Internet Guidelines to Protect Your Company and Its Assets. Broadway, New York: SciTech Publishing, Inc., 1999.
Rayport, Jeffrey F. and John J. Svikola. Exploiting the Virtual Value Chain. Massachusetts: Harvard Business Review, 1995.
Rayport, Jeffrey F. and John J. Svikola. Managing in the Marketspace. Massachusetts: Harvard Business Review, 1994.
Rymer, John. Charting the Course of Internet Commerce Architectures. Emmerville, California: April, 1999.
Siegel, David. Futurize Your Enterprise – Business Strategy in the Age of the E-Customer. New York: Wiley and Sons, Inc., 1999.
Slywotzky, Adrian J., Clayton M. Christensen, Richard S. Tedlow, and Nicholas G. Carr. The Future of Commerce. Massachusetts: Harvard Business Review, 2000.
Tapscott, Don. The Digital Economy – Promise and Peril in the Age of Networked Intelligence. United States: McGraw-Hill, 1996.
Tapscott, Don. Growing Up Digital – The Rise of the Net Generation. United States: McGraw Hill, 1998.
Tapscott, Don, David Ticoll, and Alex Lowy. Digital Capital – Harnessing the Power of Business Webs. London, United Kingdom: Nicholas Brealey Publishing, 2000.



READ MORE - Daftar Pustaka

 

back to top | Copyright © 2009 - Blogger Template Designed By Julie Rustam